Ini adalah kisahku, perkenalkan nama ku
Arfiantama dan aku biasa di panggil arfian,aku terlahir dari di tengah hutan di
pelosok Desa terpencil di Lhoueksemawe,Aceh Utara.Bapak dan Ibuku dari
Jawa,alasan aku bisa dilahirkan disana karena keluargaku mengikuti program
transmigrasi,aku terlahir sebagai putra ketiga dari tiga bersaudara.Walau
sederhana namun
keluarga kami hidup sejahtera disana.hingga hari itu tiba.
keluarga kami hidup sejahtera disana.hingga hari itu tiba.
Hari ketika penyerangan itu terjadi,Gerakan Aceh Merdeka atau yang biasa disebut GAM mulai menyerang desa desa kami,mereka menangkap pria dewasa,dan kemudian membunuhnya,keadaan disana pada saat itu sangat menegangkan,tak ada yang berani keluar rumah walau hanya untuk pergi keladang,akibatnya banyak warga yang kekurangan makanan,lambat hari gerakan ini mulai menjadi-jadi mereka memasuki rumah rumah warga dan merampas harta benda bahkan tak segan mereka menyulik dan membunuh warga,desa menjadi kacau semua orang ketakutan,akhirnya bantuan dari ABRI pun datang,mereka menjaga desa yang tersisa dari ancaman GAM,namun demikian warga masih belum dapat kembali bekerja tentu tak ada makanan untung pada saat itu kedua orang tua ku telah panen jagung banyak,sehingga setiap hari kami masih bisa makan jagung dan mencari sayur sayuran di belakang rumah.
Dengan keadaan seperti itu tentu membuat hati seorang ibu takut,ibuku takut terjadi apa apa pada anak2 mereka (kakakku perempuan SD,kakak kedua ku 1,5 tahun,dan termasuk aku masih bayi,) sedangkan semua saudara berada di Jawa,Dengan segala pertimbangan akhirnya keluargaku kembali ke Jawa dengan modal menjual jagung yang hanya berapa ratus ribu,mereka terpaksa meninggalkan semua hasil kerja keras mereka selama 20 tahun disana.7 hari kemudian kami sampai di jawa kami tinggal dirumah nenek kami,1 tahun kami hidup disana aku tumbuh jadi anak gendut dan bandel, aku sering merusak barang barang sehingga nenek ku marah,aku juga sering mencuri sehingga membuat malu ibu ku,aku tidak pernah memikirkan perasaan orang tuaku karena aku masih kecil.Padahal pada saat itu keluargaku sangat kekurangan ekonomi.orang orang sering menghina ibu dan bapakku,namun ibuku bagai bidadari surga yang turun ke bumi dia begitu tegar dengan segala kekurangan ekomoni yang melanda saat itu (bahkan bapakku sempat jadi pemulung)beliau berusaha selalu mengabulkan permintaanku si anak bandel ini,dia benar benar wanita yang kuat setiap malam dia bangun dan bermunajat Kepada-NYA.3 tahun kami tinggal dirumah nenek dan hingga suatu hari kami mendapat kabar dari pemerintah tentang penempatan penduduk transmigran,dan kami dipindahkan ke desa di daerah Caruban,Madiun.
Tiap hari aku berbuat ulah,namun ibuku
berhasil mendidikku dengan baik,tiap malam dia mengajariku tentang agama.Dia
mengajarkanku ayat ayat suci Al Qur’an dan menyanyikan lagu untukku,aku tumbuh
jadi anak yang cerdas dan baik,aku mendapat juara 3 besar dari kelas 1 sampai 6 SD,aku juga sering mengikuti perlombaan,di SD aku sering tak punya teman akrab
karena tubuh gendut ku,dan itu benar benar menyiksaku sepatuku rusak,tas ku
hancur,bajuku sudah tidak putih lagi melainkan kekuningan,aku sangat tidak
percaya diri,sampai akhirnya aku mulai masuk ke SMP,di SMP aku bertemu dengan
banyak anak dari segala penjuru dan ternyata mereka banyak yang jauh lebih
cerdas dari aku,aku semakin tidak percaya diri,namun ketika aku mulai menyerah
aku selalu mengingat pengorbanan kedua orang tuaku,dan sekitar 9 bulan aku mulai
bisa
beradaptasi dan menyaingi teman temanku,Dan aku mulai memiliki teman karena kepandaianku tersebut,namun baru beberapa bulan aku punya teman aku harus naik kelas dan berjumpa teman
baru lagi.
beradaptasi dan menyaingi teman temanku,Dan aku mulai memiliki teman karena kepandaianku tersebut,namun baru beberapa bulan aku punya teman aku harus naik kelas dan berjumpa teman
baru lagi.
Namun kali ini aku sudah siap aku
percaya diri dengan kecerdasanku,aku sering ikut lomba lomba (walau tidak
menang tapi kebanggaan tersendiri bagiku) benar saja kelas 8 (2 SMP) aku
memiliki banyak teman.namun aku masih tak percaya diri dengan fisik ku,dan akhirnya
aku mengikuti sebuah olahraga silat untuk menjaga diri dan menguruskan
fisik,wajar saja saat itu pergaulan anak anak sangat diluar batas mereka
pacaran,merokok,di sekolah dan itu membuatku kesal dan berfikir “apa mereka
tidak kasihan pada orang tua mereka?”.dan aku berhasil aku menjadi pribadi
yang kuat dan cerdas,tubuhku pun tidak gendut lagi,dan aku juga sudah punya
sahabat sahabat ku ini sangat sangat sangat baik sekali,baru dia yang mau
berteman denganku dengan tulus (bukan karena kepintaraanku).
Kami berteman akrab dan sering main
bersama,aku menganggapnya sebagai saudaraku,dia sering mengajarkanku tentang
agama dan mengingatkan aku sholat,
namun saat kelas 3 kami sudah tidak sekelas lagi,dia memiliki banyak teman baru dan mulai melupakanku,dia mulai berubah ,dia merokok dan bahkan pernah meminum alkohol dan itu benar benar membuatku sedih, aku berusaha merubah sahabat ku kembali,aku selalu berdoa agar dia menjadi orang baik lagi,akhirnya aku tahu biang kladinya,salah satu temannya sangat akrab dan dia bukan orang baik,entah kenapa saat tahu hal itu aku sangat marah dan kontan hatiku "berkata “mati kau dan tinggalkan sahabatku”.aku tak sadar mengucapkan itu berkali kali aku istiqfar,dan
berusaha menerima keadaan ku dan kehilangan satu satunya sahabatku,
namun saat kelas 3 kami sudah tidak sekelas lagi,dia memiliki banyak teman baru dan mulai melupakanku,dia mulai berubah ,dia merokok dan bahkan pernah meminum alkohol dan itu benar benar membuatku sedih, aku berusaha merubah sahabat ku kembali,aku selalu berdoa agar dia menjadi orang baik lagi,akhirnya aku tahu biang kladinya,salah satu temannya sangat akrab dan dia bukan orang baik,entah kenapa saat tahu hal itu aku sangat marah dan kontan hatiku "berkata “mati kau dan tinggalkan sahabatku”.aku tak sadar mengucapkan itu berkali kali aku istiqfar,dan
berusaha menerima keadaan ku dan kehilangan satu satunya sahabatku,
Akhirnya aku mulai masuk SMK,aku sempat
takut tidak dapat meneruskan karena ekonomi keluargaku yang sangat
terbatas,namun ketikabapakku mulai menyerah,ibuku dia bertekat menyekolahkan semua anaknya,sampai
lulus smk,Ibuku memberiku keleluasaan dan beliau mengatakan “Nak sekolahlah di sekolah yang kamu sukai
jika memang yakin,senang dan di terima mungkin itu takdirmu yang akan merubah
keluarga kita” padahal untuk makan saja
sulit.mendengar hal itu aku sangat sedih,juga semangat aku baru sadar keluargaku sangat berharap besar padaku,dan akhirnya aku diterima sekolah di sekolah kejuruan yang termasuk sekolah favorit dan aku diterima dijurusan yang juga termasuk jurusan yang favorit.selama sekolah aku sering dapat bantuan dari BOS/BKSM,namun tentu orang tuaku masih harus membiayai yang lainnya apalagi aku masuk SMK bersamaan keluarnya kakakku dari SMK.
sulit.mendengar hal itu aku sangat sedih,juga semangat aku baru sadar keluargaku sangat berharap besar padaku,dan akhirnya aku diterima sekolah di sekolah kejuruan yang termasuk sekolah favorit dan aku diterima dijurusan yang juga termasuk jurusan yang favorit.selama sekolah aku sering dapat bantuan dari BOS/BKSM,namun tentu orang tuaku masih harus membiayai yang lainnya apalagi aku masuk SMK bersamaan keluarnya kakakku dari SMK.
Semua rasa sakit ,penderitaan ini benar
benar memotivasiku untuk jadi sukses dan memuliakan kedua orang tuaku,aku sering dipercaya sekolah untuk
mewakili lomba lomba tingkat provinsi dalam bidang desain grafis, (walau gak
pernah menang karena kemampuanku yang ternyata masih kurang),aku semakin
terpacu untuk maju namun disela usahaku untuk sukses terbesit dalam benakku
untuk merasakan nikmatnya jadi remaja seperti yang lain,mereka main hidup bebas
tanpa beban ,berteman,sedangkan aku sendirian mereka berteman karena
kepintaranku saja,aku hanya punya satu sahabat,dan dia temanku yang
aku ceritakan diatas,dia mulai berubah seperti dulu lagi.
aku ceritakan diatas,dia mulai berubah seperti dulu lagi.
Hingga pada suatu hari aku sedang berjalan
di tengah sawah dibawah rintik hujan pulang dari sekolah menuju rumah karena
aku tidak punya motor,sampai dirumah aku merapikan bukuku dan melihat gambar
kenang kenangan yang di berikan sahabatku tersebut saat SMP luntur terkena air
hujan,entah kenapa pikirku jadi tak karuan aku takut terjadi apa apa pada
sahabatku,akupun sms dia dengan ponsel buntutku yang pemberian
kakaku,dan benar saja dia sedang bersedih berat dia sampai pingsan karena
kehilangan sahabatnya (yang mengajarinya keburukan),begitupun aku mendengar sahabatku
dalam kondisi seperti itu,aku langsung meneteskan air mata,aku ingin
menjenguknya namun saat itu sudah sore,keadaan hujan dan aku tak punya
kendaraan,sampai besok malamnya aku baru dapat menjenguknya,dia sangat
terpukul,terlihat katup matanya yang menghitam karena terlalu banyak
menangis,melihat hal itu ingin aku menenangkan sahabatku tapi
aku bisa apa,dia tidak terlalu menganggapku karena dia selalu baik pada semua orang.
aku bisa apa,dia tidak terlalu menganggapku karena dia selalu baik pada semua orang.
Sejak saat itu aku bejanji untuk
melindungi sahabatku selalu,dan merubanhya jadi lebih baik,benar saja sekarang
dia jadi seperti dulu lagi,bahkan lebih baik,dia mengaji tiap hari,sholat
sunnah dan begitu baik,tapi dia terlalu baik sampai tak bisa di ajak becanda
lagi,hari demi hari dia berkata tentang masa depan dan masa depan yang
sukses,dan itu mengingatkanku pada tujuankku,aku kembali fokus pada masa
depanku,dan aku berdoa,serta berusaha bagaimana caranya sukses,tiap hari aku
berusaha,sampai suatu hari aku membaca di intenet tentang ilmu psikologi dan
aku tertarik,dan mempelajarinya,aku pun mendapat ilmu tentang membaca psikologi
manusia lewat aura pada tubuhnya.Aku menggabungkan ilmu tersebut dengan ilmu
desain sehingga ku membuat sebuah produk kartu digital yang didalamnya
bergambar aura tubuh manusia dan pengertiannya secara psikologi,banyak yang
tertarik dengan kartu ini,akupun dapat menghasilkan uang sendiri lewat
bisnis ini,hampir 6 bulan aku melakukan bisnis ini dan cukup membuat kedua
orang tuaku senang,namun orang orang pengguna jasaku ini pada salah persepsi,mereka
menganggap aku meramal,bahkan tak sedikit yang meminta diramal masa depannya,da
ini membuatku marah dan aku takut ini haram akupun meniggalkan bisnis
tersebut,aku berusaha mencari bisnis yang halal karena aku tak mau mengecewakan
kedua orang tuaku.
aku mencoba banyak hal,salah satunya
membuat komik namun aku gagal,aku mencoba bisnis online aku berusaha tiap hari
dan ternyata itu scam,dan masih banyak lagi kuis kuis serupa yang aku ikuti namun aku gagal,dan aku tidak menyerah karena aku yakin pada diriku serta takdirku,apalagi sejak kecil aku selalu berhasil mencapai tujuanku di
tengah segala kekurangan keluargaku.sampai akhirnya aku temukan sebuah kuis
online berjudul #MenjagaAPI dan aku ikut kuis tersebut dan berharap besar
dengannya,namun bila aku gagal itu pun tak masalah karena aku telah berjuang dan
berdoa aku juga telah melewati banyak penderitaan dan kegagalan.aku telah
tumbuh jadi pria yang kuat,tanggal 21 desember 2014 kemarin usiaku genap 18 tahun
dan sampai saat ini aku masih pelajar SMK jurusan multimedia,dan terus berusaha
dan tak pernah kenal
menyerah,melupakan masa remajaku demi masa depan yang cerah dan untuk
membanggakan kedua orang tuaku yang telah berjuang keras untukku dan kedua kakaku.
aku yakin SUATU HARI NANTI AKU MAMPU MENGGAPAI IMPIANKU,DAN
MENJADI ORANG SUKSES DAN DAPAT MEMULIAKAN KEDUA ORANG
TUAKU,SERTA MERUBAH DUNIA YANG KEJAM DAN SUDAH TIDAK PADA TATANANYA INI.
menyerah,melupakan masa remajaku demi masa depan yang cerah dan untuk
membanggakan kedua orang tuaku yang telah berjuang keras untukku dan kedua kakaku.
aku yakin SUATU HARI NANTI AKU MAMPU MENGGAPAI IMPIANKU,DAN
MENJADI ORANG SUKSES DAN DAPAT MEMULIAKAN KEDUA ORANG
TUAKU,SERTA MERUBAH DUNIA YANG KEJAM DAN SUDAH TIDAK PADA TATANANYA INI.
Beberapa photo desain yang
aku buat beberapa bulan yang lalu
aku buat beberapa bulan yang lalu

